PENGARUH PEMASANGAN BULU MATA PALSU DAN SCOTCH TAPE TERHADAP KOREKSI BENTUK MATA SIPIT DALAM RIAS WAJAH MALAM
Yusia Peni
Mata tidak akan lengkap kehadirannya tanpa helaian bulu mata yang melentik cantik. Sebab, bulu mata dapat membantu membuat mata terlihat lebih segar, indah, dan bercahaya. Helaian bulu mata dapat mempertegas bentuk mata, bahkan membuat tampilan mata terlihat kian cantik mempesona. Mata yang ideal dengan bulu mata yang terlihat lentik dan panjang yang dapat membuat mata seketika terlihat lebih feminim dan berbinar. Namun pada kenyataannya sebagian besar wanita asli Indonesia tidak semua orang yang dikarunia mata yang ideal dengan helaian bulu mata yang panjang, tebal, dan lentik alami tetapi banyak yang memiliki bentuk mata yang sipit dengan helaian bulu mata yang pendek dan tipis.
Untuk membuat mata yang kurang ideal menjadi atau mendekati bentuk ideal dapat dilakukan dengan cara mengoreksi mata tersebut. Artinya, untuk mecapai bentuk menjadi atau mendekati mata ideal maka mata yang memiliki bentuk yang beragam yang dianggap kurang sempurna atau kurang ideal dapat diubah sedemikian rupa dengan berbagai cara atau teknik koreksi.
Istilah koreksi dalam rias wajah telah lazim digunakan untuk menyempurnakan penampilan seseorang. Menurut Tilaar (2008:54) “Untuk menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan seseorang dalam rias wajah maka rias wajah koreksi adalah hal yang harus dilakukan”. Koreksi dalam rias wajah bertujuan untuk menutupi kekurangan yang ada pada wajah dan bagianbagian wajah seseorang sehingga berbentuk menjadi ideal dan sempurna. Dari berbagai bentuk mata yang ada salah satu bentuk mata yang dirasa kurang ideal dan membutuhkan koreksi mata adalah bentuk mata sipit, bentuk mata sipit adalah salah satu bentuk mata banyak ditemui pada masyarakat ras Indonesia asli. Berdasarkan sejarahnya bangsa Indonesia yang keturunan melayu berasal dari keturunan mongolia, yang memiliki beberapa ciri fisik seperti; kulit kuning langsat, tubuh mungil, rambut hitam dan bermata sipit. Berdasarkan pendapat dari Kern (sejarah.com:2012), bahwa “nenek-moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Champa di Vietnam Utara (Tonkin), Kamboja dan Kochin Cina (indocina)”. Berdasarkan informasi sejarah bangsa Indonesia tersebut maka dalam penelitian ini penulis menjadikan bentuk mata sipit sebagai objek dalam penelitian. Bentuk mata sipit adalah bentuk mata yang banyak ditemui oleh masyarakat ras asli Indonesia. Karena bentuk mata sipit adalah bentuk mata yang sulit untuk dikoreksi karena bentuknya yang bertentangan dengan bentuk mata ideal Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengoreksi bentuk mata sipit. Cara yang dimaksud antara lain adalah mengoreksi bentuk mata sipit
dengan pemilihan warna eye shadow yang dapat memancarkan kesan mata kelihat lebih besar seperti menggunakan eye shadow berwarna gelap. Cara laian adalah memperbaiki bentuk mata sipit dengan teknik pemasangan scotch tape mata atau pemasangan bulu mata palsu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mengoreksi bentuk mata sipit dengan pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape dapat mengubah bentuk mata menjadi lebih lebar, lebih besar, sehingga menjadi berimbang dengan lebar wajah (proporsional), memiliki kelopak mata yang lebih terbuka, dengan bulu mata yang panjang, lentik dan tebal, sehingga bentuk mata sipit dapat dikoreksi agar menjadi bentuk mata yang terlihat lebih ideal. Koreksi yang dilakukan untuk mata sipit telah banyak dikemukakan oleh penata rias handal, tetapi tidak semua teknik koreksi untuk mata sipit dapat digunakan untuk semua kesempatan, tetapi juga harus disesuaikan dengan waktu dan kesempatan apa rias wajah akan digunakan. Astati (2009:13) menyatakan “....sesuaikan tata tias wajah anda dengan keadaan dan waktu, apakah untuk siang hari atau malam hari, pakailah tata rias yang sederhana untuk disiang hari dan yang lebih tebal dimalam hari”. Lebih lanjut Astati (2009:57) menjelaskan “rias wajah malam hari menggunakan alas bedak yang lebih padat untuk menutupi noda-noda pada wajah, dalam penggunaan warna kosmetika lebih keras dan menyolok serta mengkilat dengan garis-garis pada bagian-bagian wajah seperti : bibir, mata, hidung, dan pipi agak dipertegas”. Menurut Anita (1981)” Tata rias (make up) malam menggunakan kosmetika harus lebih tebal agar warnanya lebih menonjol dari pada tata rias pagi dan siang, sebab warna yang kurang menonjol akan menjadi pudar oleh sinar cahaya lampu pada malam hari”. Di sisi lain, pada prinsipnya dalam mengoreksi bentuk mata sipit dengan pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape adalah untuk membentuk riasan mata yang sempurna untuk riasan malam hari atau riasan khusus seperti rias pengantin. Menyikapi uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape terhadap koreksi bentuk mata terutama mata sipit harus menguasai tata cara pemasangan bulu mata palsu secara baik. Ikhwal ini lebih disebabkan mata sipit merupakan bentuk mata pipih atau mata tidak berkelopak termasuk mata yang bermasalah. Dengan demikian, pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape terhadap koreksi bentuk mata sipit bukan pekerjaan yang mudah. Untuk itu sangat dibutuhkan ketelatenan, ketelitian, keterampilan yang memadai agar kinerja yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan harapan. Pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape terhadap koreksi bentuk mata sipit dalam rias malam hari berguna untuk membuat mata menjadi atau mendekati bentuk ideal sehingga mata terlihat lebih segar, indah, dan bercahaya. Penelitian pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape terhadap koreksi bentuk mata sipit dalam rias malam hari ini dimaksudkan untuk mecapai bentuk mata sipit menjadi atau mendekati bentuk mata ideal, dalam arti kata mata sipit yang dianggap kurang sempurna atau ideal dapat diubah sedemikian rupa dengan pemasangan bulu mata palsu yang panjang dan tebal serta ditambah dengan penggunaan scotch tape dari bahan kertas berwarna krem menjadi lebih berbentuk menyerupai mata ideal. Oleh karena itu koreksi bentuk mata khususnya mata sipit mutlak diperlukan dalam rias mata sipit terutama untuk rias wajah malam hari dengan teknik menggunakan bulu mata palsu dan scotch tape yang sesuai hingga bentuk mata sipit dapat menjadi berbentuk lebih ideal. Beranjak dari permasalahan di atas, peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Pemasangan Bulu Mata Palsu terhadap Koreksi Bentuk Mata Sipit Dalam Rias Wajah Malam.
Berdasarkan hasil analis data yang diperoleh dari penelitian ini, dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut :
1. Koreksi mata tanpa menggunakan bulu mata palsu dan scotch tape untuk koreksi bentuk mata sipit dalam rias wajah malam hari pada kelompok kontrol (X1), panelis memberikan penilaian yang mengarah pada tidak terdapat pengaruh yang nyata pada indikator kesan ukuran mata, garis kerungan/lipatan kelopak mata, dan kesan bulu mata yang terlihat, hasil koreksi bentuk mata yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan saat pretest dilakukan atau bentuk mata sebelum rias wajah dilakukan.
2. Pada kelompok eksperimen satu (X2), koreksi bentuk mata sipit dengan menggunakan bulu mata palsu tanpa scotch tape dalam rias wajah malam hari, berdasarkan pengamatan oleh panelis terhadap ketiga orang sampel, penilaian yang diberikan rata-rata menunjukkan pengaruh mengarah pada berhasilnya koreksi bntuk mata sipit dilakukan dengan rata-rata kategori penialain yang baik pada semua indikatornya, hasil koreksi bentuk mata yang dilakukan pada variabel X2 berbeda signifikan dengan saat pretest dilakukan atau bentuk mata sebelum rias wajah dilakukan kearah yang lebih baik.
3. Pada kelompok eksperimen dua (X3), koreksi bentuk mata sipit dengan menggunakan bulu mata palsu dan scotch tape dalam rias wajah malam hari, berdasarkan pengamatan oleh panelis terhadap ketiga orang sampel, penilaian yang diberikan rata-rata menunjukkan pengaruh yang telah mengarah pada telah sempurnanya koreksi bentuk mata sipit dilakukan dengan penilaian yang sangat baik semua indikator penilaian, pengaruh koreksi bentuk mata yang dilakukan pada variabel X3 berbeda signifikan dengan saat pretest dilakukan dengan hasil yang mengarah pada bentuk mata ideal dibandingkan dengan bentuk mata sebelum rias wajah dilakukan (pretest).
4. Perbedaan pengaruh koreksi bentuk mata sipit pada rias wajah malam hari antara ketiga perlakuan yang berbeda ini terlihat sangat signifikan setelah dianalisis dengan uji ANAVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Berdasarkan analisis tersebut tingkat pengaruh koreksi bentuk mata sipit yang paling baik dari ketiga perlakuan yaitu pada perlakuan 2 (X3) dengan perlakuan pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape untuk koreksi bentuk mata sipit pada rias wajah malam hari.
Mata tidak akan lengkap kehadirannya tanpa helaian bulu mata yang melentik cantik. Sebab, bulu mata dapat membantu membuat mata terlihat lebih segar, indah, dan bercahaya. Helaian bulu mata dapat mempertegas bentuk mata, bahkan membuat tampilan mata terlihat kian cantik mempesona. Mata yang ideal dengan bulu mata yang terlihat lentik dan panjang yang dapat membuat mata seketika terlihat lebih feminim dan berbinar. Namun pada kenyataannya sebagian besar wanita asli Indonesia tidak semua orang yang dikarunia mata yang ideal dengan helaian bulu mata yang panjang, tebal, dan lentik alami tetapi banyak yang memiliki bentuk mata yang sipit dengan helaian bulu mata yang pendek dan tipis.
Menurut Anita (1981:174) menjelaskan bahwa: Mata adalah cerminan jiwa yang dapat menyatakan dengan jelas segala perasaan kalbu, emosi positif dan negatif dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Selain itu mata adalah jendela hati, karena melalui mata dapat tercermin suasana hati. Oleh karena itu, mata perlu dirawat dan dihias agar keindahan dan kecemerlangannya tampil maksimal layaknya mata kenari atau mata kijang. Menyikapi pendapat di atas, bahwasanya suatu mata yang ideal adalah mata yang berbentuk buah kenari atau berbentuk seperti mata kijang.
Untuk membuat mata yang kurang ideal menjadi atau mendekati bentuk ideal dapat dilakukan dengan cara mengoreksi mata tersebut. Artinya, untuk mecapai bentuk menjadi atau mendekati mata ideal maka mata yang memiliki bentuk yang beragam yang dianggap kurang sempurna atau kurang ideal dapat diubah sedemikian rupa dengan berbagai cara atau teknik koreksi.
Istilah koreksi dalam rias wajah telah lazim digunakan untuk menyempurnakan penampilan seseorang. Menurut Tilaar (2008:54) “Untuk menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan seseorang dalam rias wajah maka rias wajah koreksi adalah hal yang harus dilakukan”. Koreksi dalam rias wajah bertujuan untuk menutupi kekurangan yang ada pada wajah dan bagianbagian wajah seseorang sehingga berbentuk menjadi ideal dan sempurna. Dari berbagai bentuk mata yang ada salah satu bentuk mata yang dirasa kurang ideal dan membutuhkan koreksi mata adalah bentuk mata sipit, bentuk mata sipit adalah salah satu bentuk mata banyak ditemui pada masyarakat ras Indonesia asli. Berdasarkan sejarahnya bangsa Indonesia yang keturunan melayu berasal dari keturunan mongolia, yang memiliki beberapa ciri fisik seperti; kulit kuning langsat, tubuh mungil, rambut hitam dan bermata sipit. Berdasarkan pendapat dari Kern (sejarah.com:2012), bahwa “nenek-moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Champa di Vietnam Utara (Tonkin), Kamboja dan Kochin Cina (indocina)”. Berdasarkan informasi sejarah bangsa Indonesia tersebut maka dalam penelitian ini penulis menjadikan bentuk mata sipit sebagai objek dalam penelitian. Bentuk mata sipit adalah bentuk mata yang banyak ditemui oleh masyarakat ras asli Indonesia. Karena bentuk mata sipit adalah bentuk mata yang sulit untuk dikoreksi karena bentuknya yang bertentangan dengan bentuk mata ideal Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengoreksi bentuk mata sipit. Cara yang dimaksud antara lain adalah mengoreksi bentuk mata sipit
dengan pemilihan warna eye shadow yang dapat memancarkan kesan mata kelihat lebih besar seperti menggunakan eye shadow berwarna gelap. Cara laian adalah memperbaiki bentuk mata sipit dengan teknik pemasangan scotch tape mata atau pemasangan bulu mata palsu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mengoreksi bentuk mata sipit dengan pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape dapat mengubah bentuk mata menjadi lebih lebar, lebih besar, sehingga menjadi berimbang dengan lebar wajah (proporsional), memiliki kelopak mata yang lebih terbuka, dengan bulu mata yang panjang, lentik dan tebal, sehingga bentuk mata sipit dapat dikoreksi agar menjadi bentuk mata yang terlihat lebih ideal. Koreksi yang dilakukan untuk mata sipit telah banyak dikemukakan oleh penata rias handal, tetapi tidak semua teknik koreksi untuk mata sipit dapat digunakan untuk semua kesempatan, tetapi juga harus disesuaikan dengan waktu dan kesempatan apa rias wajah akan digunakan. Astati (2009:13) menyatakan “....sesuaikan tata tias wajah anda dengan keadaan dan waktu, apakah untuk siang hari atau malam hari, pakailah tata rias yang sederhana untuk disiang hari dan yang lebih tebal dimalam hari”. Lebih lanjut Astati (2009:57) menjelaskan “rias wajah malam hari menggunakan alas bedak yang lebih padat untuk menutupi noda-noda pada wajah, dalam penggunaan warna kosmetika lebih keras dan menyolok serta mengkilat dengan garis-garis pada bagian-bagian wajah seperti : bibir, mata, hidung, dan pipi agak dipertegas”. Menurut Anita (1981)” Tata rias (make up) malam menggunakan kosmetika harus lebih tebal agar warnanya lebih menonjol dari pada tata rias pagi dan siang, sebab warna yang kurang menonjol akan menjadi pudar oleh sinar cahaya lampu pada malam hari”. Di sisi lain, pada prinsipnya dalam mengoreksi bentuk mata sipit dengan pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape adalah untuk membentuk riasan mata yang sempurna untuk riasan malam hari atau riasan khusus seperti rias pengantin. Menyikapi uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape terhadap koreksi bentuk mata terutama mata sipit harus menguasai tata cara pemasangan bulu mata palsu secara baik. Ikhwal ini lebih disebabkan mata sipit merupakan bentuk mata pipih atau mata tidak berkelopak termasuk mata yang bermasalah. Dengan demikian, pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape terhadap koreksi bentuk mata sipit bukan pekerjaan yang mudah. Untuk itu sangat dibutuhkan ketelatenan, ketelitian, keterampilan yang memadai agar kinerja yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan harapan. Pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape terhadap koreksi bentuk mata sipit dalam rias malam hari berguna untuk membuat mata menjadi atau mendekati bentuk ideal sehingga mata terlihat lebih segar, indah, dan bercahaya. Penelitian pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape terhadap koreksi bentuk mata sipit dalam rias malam hari ini dimaksudkan untuk mecapai bentuk mata sipit menjadi atau mendekati bentuk mata ideal, dalam arti kata mata sipit yang dianggap kurang sempurna atau ideal dapat diubah sedemikian rupa dengan pemasangan bulu mata palsu yang panjang dan tebal serta ditambah dengan penggunaan scotch tape dari bahan kertas berwarna krem menjadi lebih berbentuk menyerupai mata ideal. Oleh karena itu koreksi bentuk mata khususnya mata sipit mutlak diperlukan dalam rias mata sipit terutama untuk rias wajah malam hari dengan teknik menggunakan bulu mata palsu dan scotch tape yang sesuai hingga bentuk mata sipit dapat menjadi berbentuk lebih ideal. Beranjak dari permasalahan di atas, peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Pemasangan Bulu Mata Palsu terhadap Koreksi Bentuk Mata Sipit Dalam Rias Wajah Malam.
Berdasarkan hasil analis data yang diperoleh dari penelitian ini, dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut :
1. Koreksi mata tanpa menggunakan bulu mata palsu dan scotch tape untuk koreksi bentuk mata sipit dalam rias wajah malam hari pada kelompok kontrol (X1), panelis memberikan penilaian yang mengarah pada tidak terdapat pengaruh yang nyata pada indikator kesan ukuran mata, garis kerungan/lipatan kelopak mata, dan kesan bulu mata yang terlihat, hasil koreksi bentuk mata yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan saat pretest dilakukan atau bentuk mata sebelum rias wajah dilakukan.
2. Pada kelompok eksperimen satu (X2), koreksi bentuk mata sipit dengan menggunakan bulu mata palsu tanpa scotch tape dalam rias wajah malam hari, berdasarkan pengamatan oleh panelis terhadap ketiga orang sampel, penilaian yang diberikan rata-rata menunjukkan pengaruh mengarah pada berhasilnya koreksi bntuk mata sipit dilakukan dengan rata-rata kategori penialain yang baik pada semua indikatornya, hasil koreksi bentuk mata yang dilakukan pada variabel X2 berbeda signifikan dengan saat pretest dilakukan atau bentuk mata sebelum rias wajah dilakukan kearah yang lebih baik.
3. Pada kelompok eksperimen dua (X3), koreksi bentuk mata sipit dengan menggunakan bulu mata palsu dan scotch tape dalam rias wajah malam hari, berdasarkan pengamatan oleh panelis terhadap ketiga orang sampel, penilaian yang diberikan rata-rata menunjukkan pengaruh yang telah mengarah pada telah sempurnanya koreksi bentuk mata sipit dilakukan dengan penilaian yang sangat baik semua indikator penilaian, pengaruh koreksi bentuk mata yang dilakukan pada variabel X3 berbeda signifikan dengan saat pretest dilakukan dengan hasil yang mengarah pada bentuk mata ideal dibandingkan dengan bentuk mata sebelum rias wajah dilakukan (pretest).
4. Perbedaan pengaruh koreksi bentuk mata sipit pada rias wajah malam hari antara ketiga perlakuan yang berbeda ini terlihat sangat signifikan setelah dianalisis dengan uji ANAVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Berdasarkan analisis tersebut tingkat pengaruh koreksi bentuk mata sipit yang paling baik dari ketiga perlakuan yaitu pada perlakuan 2 (X3) dengan perlakuan pemasangan bulu mata palsu dan scotch tape untuk koreksi bentuk mata sipit pada rias wajah malam hari.


Casino City - Las Vegas, NV - Mapyro
BalasHapusFind all 제주도 출장안마 information 제주 출장샵 and 문경 출장샵 best deals of Casino City on Mapyro. Search by license, type, 밀양 출장마사지 location, gaming license number, gaming license number, 보령 출장샵 gaming license number.