PENGARUH PENGAPLIKASIAN FOUNDATION TERHADAP HASIL RIAS WAJAH CIKATRI
Wajah merupakan bagian tubuh utama yang perlu diperhatikan dalam
kehidupan sehari-hari, karena wajah menjadi salah satu daya tarik dari
seseorang dan dapat menggambarkan kepribadian. Wajah yang cantik tanpa
kekurangan merupakan keinginan bagi seluruh manusia khususnya wanita,
oleh karena itu banyak wanita yang berlomba-lomba agar terlihat cantik dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan menggunakan riasan
wajah.
Andiyanto (2003:12) menyatakan bahwa: Rias wajah (make up) merupakan upaya untuk merubah (make over) wajah ke arah yang lebih cantik dan sempurna dengan koreksi. Kekurangan pada wajah misalnya noda hitam, bekas luka, bentuk wajah yang kurang sempurna dapat ditutupi oleh riasan yang tepat dan benar yaitu dengan menggunakan rias wajah korektif yang memerlukan pengetahuan, ketelitian, keseriusan, kesabaran serta penyediaan waktu yang cukup untuk melakukannya. Sedangkan menurut Hayatunnufus (2013:5)
bahwa “Tata rias wajah merupakan suatu seni yang memiliki tujuan untuk mempercantik wajah dengan menojolkan bahagian-bahagian yang sudah indah dan menyamarkan atau menutupi kekurangan pada wajah sehingga wajah terkesan ideal”.
Sedangkan menurut Hakim (2001:131) mengemukakan tentang permasalahan dalam merias wajah yaitu: “1) memiliki bentuk muka yang dianggap kurang sempurna sedangkan bentuk muka yang dianggap sempurna adalah bentuk muka lonjong, 2) masalah pada wajah yang diakibatkan oleh proses penuaan dan 3) cacat-cacat yang terdapat pada wajah”.
Selanjutnya Kusantati (2008:430) menjelaskan bahwa: “masalah dalam merias wajah terdiri dari 1) bentuk muka yang dianggap kurang sempurna, 2) cacat pada wajah dan 3) penuaan pada wajah”. Rias wajah cikatri adalah rias wajah untuk menutupi kekurangan/cacat pada wajah, seperti lobang-lobang pada wajah sehingga permukaan kulit wajah tidak rata, noda hitam, bekas luka atau cacat bawaan pada wajah.
Wulandari (2013) menyatakan bahwa: “Rias wajah cikatri digunakan untuk menyamarkan cacat-cacat pada wajah seperti bekas cacar, bekas jerawat dengan kosmetik khusus yang biasa disebut dengan conceller”. Lebih lanjut Mawlidah (2013) berpendapat “Tata rias wajah cikatri merupakan salah satu jenis tata rias wajah yang bertujuan untuk mempercantik wajah dengan menonjolkan bagian-bagian yang sudah indah dan menyamarkan atau menutupi cacat pada wajah”.
Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk menutupi lobanglobang tersebut adalah dengan menggunakan foundation. Foundation yang dipakai harus dipilih sediaan yang bersifat menutup secara sempurna, foundation tersebut dipakaikan pada lobang bekas jerawat secara berulangulang dengan menekannya sampai cacat tertutup seluruhnya. Hakim (1999:149) mengemukakan bahwa: “Dalam merias wajah cikatri foundation yang dipakai harus dipilih sediaan yang bersifat menutup secara sempurna, foundation tersebut dipakaikan pada lobang bekas jerawat secara berulangulang dengan menekannya sampai cacat tertutup seluruhnya”. Cake foundation dipilih karena mengandung sediaan seperti yang dikemukakan Kusantati (2008:125) bahwa: “1) zinhoxyda, zat yang memberi daya penutup. 2) zink stearat, zat yang memiliki daya lekat. 3) Talcum vanetum, zat yang memberi daya pelicin. 4) calcium Carbonat dan magnesium carbonat, zat yang mempunyai daya hisap. 5) titanium dioxyda, zat yang memiliki daya penutup yang kuat. 6) zat warna”. Pemilihan warna foundation yang tepat juga sangat mempengaruhi hasil riasan, seperti yang dikemukakan
Chindy (2013:20) bahwa: “Golongan warna foundation gelap mampu menutupi bekas noda atau kerutan pada wajah. Sedangkan warna foundation terang tidak tepat digunakan untuk menutup kelainan yang terdapat pada wajah karena warna foundation terang hanya dapat mencerahkan kulit”.
erdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan pada tanggal 27 September 2014 sebagai tenaga kerja freeline di berbagai tempat rias seperti salon kecantikan yang mempunyai jasa rias wajah, Linda Kusuma Wedding Organizer dan menjadi assisten make up, ditemui kenyataan bahwa dalam merias wajah cikatri penata rias sering menghadapi kesulitan akibat dari kurangnya waktu dan pemahaman tentang teknik rias wajah cikatri. Sebagian penata rias di kota Padang-Sumatra Barat sering kesulitan dalam menerapkan teknik rias wajah cikatri dengan cepat, sehingga sering melakukan pekerjaan dengan tidak maksimal dan ditemui beberapa keluhan dari penata rias seperti kesulitan menutupi cacat saat merias wajah cikatri pada lobang bekas jerawat, hal ini karena permukaan dan tekstur kulit yang tidak rata. Berbagai keluhan dalam menutupi bekas jerawat pada rias wajah cikatri diungkapkan oleh penata rias diantaranya memakan waktu lama dalam melakukan rias wajah cikatri sehingga dapat menunda pekerjaan yang lainnya. Keluhan juga disampaikan oleh klien yang memiliki lobang bekas jerawat karena tidak tersamarkan lobang bekas jerawat yang ada pada wajahnya. Adanya keluhan tersebut terjadi karena penata rias kurang mampu menyamarkan lobang bekas jerawat pada wajah, ditemui tidak adanya pengulangan pengaplikasian foundation pada permukaan kulit yang tidak rata. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan penata rias pada umumnya tentang rias wajah cikatri. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang “pengaruh pengaplikasian foundation terhadap hasil rias wajah cikatri”. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan foundation terhadap hasil rias wajah cikatri.
Andiyanto (2003:12) menyatakan bahwa: Rias wajah (make up) merupakan upaya untuk merubah (make over) wajah ke arah yang lebih cantik dan sempurna dengan koreksi. Kekurangan pada wajah misalnya noda hitam, bekas luka, bentuk wajah yang kurang sempurna dapat ditutupi oleh riasan yang tepat dan benar yaitu dengan menggunakan rias wajah korektif yang memerlukan pengetahuan, ketelitian, keseriusan, kesabaran serta penyediaan waktu yang cukup untuk melakukannya. Sedangkan menurut Hayatunnufus (2013:5)
bahwa “Tata rias wajah merupakan suatu seni yang memiliki tujuan untuk mempercantik wajah dengan menojolkan bahagian-bahagian yang sudah indah dan menyamarkan atau menutupi kekurangan pada wajah sehingga wajah terkesan ideal”.
Sedangkan menurut Hakim (2001:131) mengemukakan tentang permasalahan dalam merias wajah yaitu: “1) memiliki bentuk muka yang dianggap kurang sempurna sedangkan bentuk muka yang dianggap sempurna adalah bentuk muka lonjong, 2) masalah pada wajah yang diakibatkan oleh proses penuaan dan 3) cacat-cacat yang terdapat pada wajah”.
Selanjutnya Kusantati (2008:430) menjelaskan bahwa: “masalah dalam merias wajah terdiri dari 1) bentuk muka yang dianggap kurang sempurna, 2) cacat pada wajah dan 3) penuaan pada wajah”. Rias wajah cikatri adalah rias wajah untuk menutupi kekurangan/cacat pada wajah, seperti lobang-lobang pada wajah sehingga permukaan kulit wajah tidak rata, noda hitam, bekas luka atau cacat bawaan pada wajah.
Wulandari (2013) menyatakan bahwa: “Rias wajah cikatri digunakan untuk menyamarkan cacat-cacat pada wajah seperti bekas cacar, bekas jerawat dengan kosmetik khusus yang biasa disebut dengan conceller”. Lebih lanjut Mawlidah (2013) berpendapat “Tata rias wajah cikatri merupakan salah satu jenis tata rias wajah yang bertujuan untuk mempercantik wajah dengan menonjolkan bagian-bagian yang sudah indah dan menyamarkan atau menutupi cacat pada wajah”.
Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk menutupi lobanglobang tersebut adalah dengan menggunakan foundation. Foundation yang dipakai harus dipilih sediaan yang bersifat menutup secara sempurna, foundation tersebut dipakaikan pada lobang bekas jerawat secara berulangulang dengan menekannya sampai cacat tertutup seluruhnya. Hakim (1999:149) mengemukakan bahwa: “Dalam merias wajah cikatri foundation yang dipakai harus dipilih sediaan yang bersifat menutup secara sempurna, foundation tersebut dipakaikan pada lobang bekas jerawat secara berulangulang dengan menekannya sampai cacat tertutup seluruhnya”. Cake foundation dipilih karena mengandung sediaan seperti yang dikemukakan Kusantati (2008:125) bahwa: “1) zinhoxyda, zat yang memberi daya penutup. 2) zink stearat, zat yang memiliki daya lekat. 3) Talcum vanetum, zat yang memberi daya pelicin. 4) calcium Carbonat dan magnesium carbonat, zat yang mempunyai daya hisap. 5) titanium dioxyda, zat yang memiliki daya penutup yang kuat. 6) zat warna”. Pemilihan warna foundation yang tepat juga sangat mempengaruhi hasil riasan, seperti yang dikemukakan
Chindy (2013:20) bahwa: “Golongan warna foundation gelap mampu menutupi bekas noda atau kerutan pada wajah. Sedangkan warna foundation terang tidak tepat digunakan untuk menutup kelainan yang terdapat pada wajah karena warna foundation terang hanya dapat mencerahkan kulit”.
Hal tersebut didukung oleh Mawlidah (2014:84):
Hasil tata rias wajah cikatri pada bekas jerawat lebih baik menggunakan warna foundation satu tingkat lebih gelap dari warna kulit. Hal ini dikarenakan warna foundation gelap mampu menyamarkan bekas jerawat yang terdapat pada kulit wajah. Warna foundation gelap yang digunakan mampu menutupi tonjolan yang berwarna kemerahan yang terdapat didaerah pipi.
erdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan pada tanggal 27 September 2014 sebagai tenaga kerja freeline di berbagai tempat rias seperti salon kecantikan yang mempunyai jasa rias wajah, Linda Kusuma Wedding Organizer dan menjadi assisten make up, ditemui kenyataan bahwa dalam merias wajah cikatri penata rias sering menghadapi kesulitan akibat dari kurangnya waktu dan pemahaman tentang teknik rias wajah cikatri. Sebagian penata rias di kota Padang-Sumatra Barat sering kesulitan dalam menerapkan teknik rias wajah cikatri dengan cepat, sehingga sering melakukan pekerjaan dengan tidak maksimal dan ditemui beberapa keluhan dari penata rias seperti kesulitan menutupi cacat saat merias wajah cikatri pada lobang bekas jerawat, hal ini karena permukaan dan tekstur kulit yang tidak rata. Berbagai keluhan dalam menutupi bekas jerawat pada rias wajah cikatri diungkapkan oleh penata rias diantaranya memakan waktu lama dalam melakukan rias wajah cikatri sehingga dapat menunda pekerjaan yang lainnya. Keluhan juga disampaikan oleh klien yang memiliki lobang bekas jerawat karena tidak tersamarkan lobang bekas jerawat yang ada pada wajahnya. Adanya keluhan tersebut terjadi karena penata rias kurang mampu menyamarkan lobang bekas jerawat pada wajah, ditemui tidak adanya pengulangan pengaplikasian foundation pada permukaan kulit yang tidak rata. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan penata rias pada umumnya tentang rias wajah cikatri. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang “pengaruh pengaplikasian foundation terhadap hasil rias wajah cikatri”. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan foundation terhadap hasil rias wajah cikatri.


Komentar
Posting Komentar